KOMPONEN SPEAKER
Cara Mudah Merakit Speaker Aktif – Pada kesempatan kali ini Pojok Elektronika akan membahas bagaimana cara membuat speaker aktif dengan biaya yang relatif murah, kenapa saya katakan relatif murah? Karena kita bisa menghilangkan beberapa fungsi pada speaker aktif yang menurut kita tidak begitu dibutuhkan.
Seperti halnya kalau biasanya dipasaran speaker aktif stereo, kita bisa membuatnya dengan model mono, atau kita bisa memasang speaker dengan harga yang lebih murah. Tapi semuanya kembali pada si perakitnya, yang saya yakin sudah bisa mengkalkulasi hasil suara dan biaya yang dibutuhkan.
Sering kali kita melihat beberapa merk speaker aktif di toko elektronika dengan harga yang bisa dibilang mahal. Apalagi kalo udah merk yang terkenal, seperti Polytron, Sharp, Thonet & Vander dan beberapa merk terkenal lainnya. Merk merk tersebut bisa kita jadikan acuan dalam mendesain speaker aktif yang nantinya akan kita buat.
Dipasaran, kit kit amplifier jadi yang tinggal pasang juga sudah banyak tersedia. Hal tersebut sangat memudahkan kita dalam membuat speaker aktif. Box speaker juga banyak disediakan di toko elektro kita tinggal pilih sesuai dengan bentuk yang kita inginkan.
Kit Speaker Aktif Sebagai Contoh
Akan tetapi beberapa penggemar audio lebih tertarik untuk mendesain sendiri baik itu amplifier maupun box speakernya. Dengan dengan berbagai alasan, seperti box audio pasaran tidak memenuhi volume yang di perlukan speaker untuk menghasilkan suara secara maksimal. Karena box yang ada di pasaran didesain universal untuk banyak type speaker.
Ilustrasi Gambar : Box Speaker Aktif Sharp
Untuk masalah amplifier kenapa para DIYers audio lebih memilih untuk merakit sendiri? Karena rata rata para senior audio ini lebih memperhatikan detail dan kualitas suara yang dihasilkan, walaupun kadang menelan biaya yang tidak murah. Sedangkan kit audio pasaran kebanyakan jarang sekali bisa memproduksi suara yang detail dan jernih kalau kita tidak memodifikasinya.
Amplifier Tabung Class A Singgle Ended.
Oke langsung aja apa saja bahan dan peralatan yang kita butuhkan dalam merakit atau membuat amplifier. Saya ingin mempertegas sebelumnya bahwa artikel ini tidak ditujukan untuk para senior dibidang audio, tapi hanya sebuah artikel untuk para pemula audio seperti saya ini.
Bahan bahan yang harus kita persiapkan antara lain :
- Kit Power Amplifier Stereo Speaker aktif (biasanya OCL 150 watt stereo)
- Trafo 5 Amp
- Kiprox
- Elco 6800 uf/50V
- Kabel Serabut Tunggal
- Kabel Skerm
- Box Speaker lengkap
- Speaker 10 atau 12 Inc
- Kabel Steker
- Baut
- Saklar On/Off
- Audio Input dan Output panel
- Sekring
Alat alat Pendukung :
- Multitester / Avometer
- Obeng
- Tang Potong
- Palu/Martil
- Bor
- Pinset
- Solder dan Timah
- Gunting
- Lem Bakar
- dan sesuai kebutuhan
Langkah langkah perakitan speaker aktif sebagai berikut :
1. Membuat Power Supply
Power supply merupakan sebuah rangkaian yang sangat vital dan dibutuhkan berbagai perangkat elektronika karena merupakan sumber tegangan. Seperti halnya speaker aktif yang memerlukan catu daya CT (center tap). Sesuiakan tegangan yang dibutuhkan kit speaker aktif, tegangan supply yang terlalu rendah membuat kinerja rangkaian kurang maksimal sehingga suara yang dihasilkan juga kurang maksimal. Jika tegangan terlalu besar dikawatirkan melebihi batas Vmax transistor dan komponen aktif yang lain sehingga bisa saja transistor final terbakar karena panas yang berlebih. Alangkah baiknya sebelum merakit kita pelajari dulu datasheet komponen aktif dalam rangkaian sehingga kita tahu deskripsi komponen. Berikut rangkaian
power supply ct untuk amplifier.
Skema Power Supply
Kit Power Supply Tingga Pasang Trafo
2. Memasang Kit Speaker
Selah power supply selesai dibuat, kita lanjut dengan memasang power supply ke Kit yang telah kita sediakan tadi, pada umumnya di kit sudah tertera pada silk screen PCB polaritas tegangannnya. Perhatikan polaritas teganganjangan sampai terbalik, karena bisa berakibat fatal baik pada kit amplifier maupun power supplynya. Setelah terpasang dengan baik, coba dikasih input untuk test rangkaian.
Jika dirasa rangkaian bekerja dengan baik, langkah selanjutnya memasukkan rangkaian pada box speaker. Sesuaikan penempatannya, sebisa mungkin jalur input tidak berdekatan dengan rangkaian power supply untuk menghindari ripple tegangan yang berakibat dengung pada output amplifier.
Untuk input bisa dari komputer, handphone, mp3 player portable, cd/dvd player atau kita bisa menambahkan kit mp3 player seperti gambar di bawah ini.
Modul/Kitl Mp3 Player
3. Memasang Speaker
Seperti pada point 2 memastikan komponen bekerja dengan baik lakukan test rangkaian dalam box. Setelah ditest dan memuaskan langkah yang teakhir adalah memasang speaker ke box. Lakukan dengan hati hati saat memasang skrup pada pinggiran speaker jangan sampai obeng meleset dan menjebol daun speaker. Selain itu pastikan kontuksi box kuat dan rapat tidak banyak kebocoran pada ruang gaung speaker.
Sekian terima kasih, semoga bermanfaat dan selamat berkreasi.
bagaimna speaker bisa menghasilkan suara
Pengeras suara (
bahasa Inggris:
loud speaker atau
speaker) adalah
transduser yang mengubah sinyal elektrik ke
frekuensi audio (suara) dengan cara menggetarkan komponennya yang berbentuk membran untuk menggetarkan udara sehingga terjadilah gelombang suara sampai di kendang telinga kita dan dapat kita dengar sebagai suara.
Dalam setiap sistem penghasil suara (loud speaker), pengeras suara merupakan juga menentukan kualitas suara di samping juga peralatan pengolah suara sebelumnya yang masih berbentuk listrik dalam rangkaian penguat amplifier.
Sistem pada pengeras suara adalah suatu komponen yang mengubah kode sinyal elektronik terakhir menjadi gerakan mekanik. Dalam penyimpan suara pada kepingan
CD, pita magnetik
tape, dan kepingan
DVD, dapat direproduksi oleh pengeras suara loud speaker yang dapat kita dengar. Pengeras suara adalah sebuah teknologi yang memberikan dampak yang sangat besar terhadap budaya kita,
Pada dasarnya, speaker merupakan mesin penerjemah akhir, kebalikan dari mikrofon. Speaker dari sinyal elektrik dan diubahnya kembali menjadi getaran untuk menggetarkan udara untuk membuat gelombang suara. Speaker menghasilkan getaran yang hampir sama dengan yang diterima getarannya oleh mikrofon, yang direkam dan dikodekan pada pita magnetik (tape), kepingan CD, LP, dan lain-lain. Speaker tradisional melakukan proses ini dengan menggunakan satudrivers atau lebih.
Sebuah drivers memproduksi gelombang suara dengan menggetarkan cone yang fleksibel atau diafragma secara cepat.Cone tersebut biasanya terbuat dari kertas, ataupun logam, yang berdempetan pada ujung yang lebih besar pada suspension. Suspension atau surround, merupakan material yang fleksibel yang menggerakkan cone, dan mengenai bingkai logam pada drivers, disebut basket.
Ujung panah pada cone berfungsi menghubungkan cone ke voice coil. Coil tersebut didempetkan pada basket oleh spider, yang merupakan sebuah cincin dari material yang fleksibel. Spider menahan coil pada posisinya sambil mendorongnya bergerak kembali dengan bebas dan begitu seterusnya.
Proses spaker coil bergerak maju mundur, kembali ke posisi semula dan seterusnya adalah sebagai berikut. Garis gaya magnet yang konstan berasal dari magnet permanen dan coil. Kedua magnet tersebut, yaitu elektromagnet dari coil dan magnet permanen, berinteraksi satu sama lain seperti dua magnet yang berhubungan pada umumnya. Kutub positif pada elektromagnet tertarik oleh kutub negatif pada bidang magnet permanen dan kutub negatif pada elektromagnet ditolak oleh kutub negatif magnet permanen.
Ketika orientasi kutub elektromagnet bertukar, bertukar pula arah dan gaya tarik-menariknya. Dengan cara seperti ini, arus bolak-balik melakukan dorongan dan tarikan antara voice coil dan magnet permanen. Proses inilah yang mendorong coil kembali dan begitu seterusnya dengan cepat. Sewaktu coil bergerak, ia mendorong dan menarik speaker cone. Hal tersebut dapat menggetarkan udara di depan speaker, membentuk gelombang suara.
Speaker umumnya terdiri dari empat macam frekuensi operasinya antara lain: woofer, midrange, tweeter, dan super tweeter.
Woofers merupakan tipe drivers yang paling besar diameternya dirancang untuk menghasilkan suara bass (frekuensi rendah), frekuensi suara 500 Hz ke bawah. Sedangkan midrange, dirancang untuk frekuensi di tengah pada spektrum suara frekuensi 500 Hz sampai frekuensi 4 KHz. Tweeter memiliki diameter paling kecil dan dirancang untuk menghasilkan frekuensi suara 4 KHz ke atas, super tweeter paling tinggi di atas 10KHz ke atas.
Untuk dapat membuat gelombang frekuensi tinggi, diperlukan diafragma yang kecil ringan dan keras. Hal ini lebih sulit dilakukan dengan cone yang berukuran besar dan berat.
Sistem crossover pada speaker elektronik[sunting | sunting sumber]
pada sistem pemisah frekuensi sinyal suara audio ada dua macam yaitu:
Pertama crossover pasif dengan cara pemisah (filter) suara tanpa memerlukan sumber arus listrik, umumnya ditempatkan dalam kotak speaker terbuat dari rangkaian L dan C yaitu lilitan kawat tembaga dan Elco.
Kedua crossover aktif berupa rangkaian elektronik memerlukan tegangan dan arus bentuk rangkaian filter R (resistor) dengan C (condencator) dan semikonduktor bisa IC atau Transistor. Dalam hal ini, terdapat beberapa sistem cross over, yaitu sistem dua jalur, tiga jalur, dan empat jalur.
Penggunaan speaker elektronik yang paling sederhana adalah sistem 2 jalur atau sistem bi-amp, yang bisa memberi hasil yang baik. Keuntungannya adalah pengecilan distorsi TIM (transient intermodulation) dan bisa menyetel bass dan treble secara mandiri. Bila Anda menggunakan sub woofer untuk kanal bawah ini, dan harus mengubah dengan saklar diubah di bawah 100 Hz.
Speaker woofer, daya power amplifier sebagai penggetar speaker woofer dipilih sesuai kebutuhan. Daya speaker Woofer perlu dilebihkan dari daya Power amplifier. Untuk ruang biasa daya amplifier yang cocok 20-30 Watt. Hendaknya dipilih power amplifier yang cocok untuk penggunaan nada rendah dan mempunyai faktor damping besar.
Speaker tweeter bisa menggunakan tweeter atau dengan super tweeter, daya Power amplifier tweeter ini lebih kecil dari woofer.
Pada crossover aktif ini ada yang dilengkapi dengan saklar untuk mengubah jalur frekuensi 100 Hz, jika digunakan subwoofer pada output suara tengah dan treble dikombinasikan dengan crossover pasif. untuk kanal bawah frekuensi 100 Hz digunakan kotak yang terpisah.
Sistem ini mirip dengan sistem 2 jalur, namun di sini nada tengah dipisahkan dengan band pass filter. Ada beberapa kemungkinan yang bisa diambil mengenai pemasangan speaker:
- Pilihan pertama, SP1 woofer, SP2 mid range, SP3 tweeter (tiga power amplifier).
- Pilihan kedua, SP1 sub woofer, SP2 mid range, SP3 super tweeter, titik frekuensi peralihan 100 Hz ke bawah, 100Hz sampai 5Hz dan di atas 5 KHz (tiga power amplifier).
- Pilihan ketiga, SP1 sub woofer, SP2 speaker lengkap (woofer, mid range, tweeter dengan cross over pasif), SP3 super tweeter . (dua power amplifier + satu crossover pasif tiga jalur).
Persyaratan power amplifier sama dengan sistem 2 jalur. Penyetelan suara dilakukan melalui pendengaran pada sistem yang sudah terpasang. Tiap jalur frekuensi pada crossover aktif disetel mula-mula dari sisi ground (suara volume terkecil) diputar perlahan sampai detail suara terdengar paling baik. Penyetelan optimal didapat dengan memutarnya mundur sedikit dari posisi mula-mula.
Pada sistem empat jalur crossover aktif dibagi menjadi titik frekuensi peralihan masing-masing adalah di bawah 100Hz (super bass), 100Hz sampai 500Hz (suara bass tengah), 500Hz sampai 5KHz (suara tengah) dan di atas 5KH suara tinggi (tweeter). Output crossover aktif empat jalur masing-masing diperlukan power amplifier yang dayanya berbeda dari daya terkecil tweeter sampai daya terbesar super woofer, juga diperlukan speaker yang diameternya berlainan pada masing-masing jalur frekuensi, diameter speaker terkecil tweeter dan diameter terbesar super woofer.
Crossover aktif tiga jalur bisa juga dikombinasi untuk keperluan empat jalur jika spesifikasinya menunjang sistem empat jalur. Untuk menyetel supaya detail suara mendekati suara natural setelah semua peralatan dan tata kabel yang benar-benar ditata rapi, jika tata kabel tidak rapi bisa timbul osilasi dan distorsi yang bisa menurunkan kualitas suara.